AGROWISATA
(KEBUN LADA )
Kebun
teh dan kebun kopi mungkin sudah biasa dijadikan destinasi agrowisata. Selain
itu, Indonesia memiliki kebun dengan beragam sayuran maupun buah yang sangat
berpotensi untuk dijadikan destinasi agrowisata. Hanya saja, tak semua pemilik
kebun pintar mengelola potensi ini. Di sini saya ingin memperkenalkan salah
satu kebanggaan lain yang Di miliki Pulau Kalimantan tepatnya kebupaten sambas,
Yaitu Lada Putih dan Lada Hitam. Si pahit, pedas dan hangat dari kabupaten sambas.
Lada/sahang
mempunyai nama latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan
kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak dan juga pati. Selain itu,
Lada mempunyai sebutan The King Of Spice (Raja Rempah-rempah).
Ketika
tengah terpuruknya harga komoditas perkebunan karet, harga lada putih sambas
saat ini justru semakin menjanjikan. Selain terkenal dengan lada putihnya
sambas juga mempunyai lada hitam yang tak kalah populernya dengan lada putih.
Lada
putih dan lada hitam mempunyai waktu perbedaan di waktu memanen. Memetik buah
lada saat masih hijau akan menghasilkan lada hitam, sedangkan memetik buah lada
yang matang menghasilkan lada putih.
Lada
hitam sebetulnya berasal dari pohon lada yang sama, cuma cara mengolahnya saja
yang membedakan lada hitam dan lada putih. Lada hitam dihasilkan dari buah-buah
lada yang masih Hijau yang dipetik sebelum matang lalu dikeringkan dengan
bantuan cahaya matahari sampai warnanya hitam. Sedangkan lada putih dihasilkan
dari buah yang sudah matang yang berwarna merah, lalu direndam didalam air
sampai kulit arinya mengelupas, lalu dijemur dibawah terik matahari sampai
kering, itulah lada putih.
Nah
dari situlah muncul ide saya untuk mengembang daerah perkebunan lada di
kabupaten sambas menjadi sebuah desa agrowisata yaitu wisata kebun lada.
Paket-paket
wiasata yang ingin saya buat:
1.
Cara pengambilan/pembuatan bibit
pada
proses ini pengunjung akan di ajarkan bagaimana cara pemngambilan bibit yang
benar agar tidak merusak batang tanaman
yang sudah dewasa, karena apabila salah dalam proses pengambilan bibit, maka bibit
yang kita ambil tidak dapat tumbuh dengan baik dan akan menghambat pertumbuhan
pohoh induk.
2.
Proses penanaman bibit
pada
proses ini pengunjung di suguhkan dengan hamparan lahan kosong yang siap untuk
di tanami bibit lada baru dan pengunjung akan merasakan sensasi menanam bibit
lada yang langsung di bina oleh para petugas kebun wisata.

3.
Proses perawatan
pada
prosses ini kami akan memberiakan edukasi kepada para pengunjung mengenai tata
cara perawan dan pengendalian hama yang benar pada tanaman lada.

4.
Proses panen
pada
tahap ini pengunjung akan di ajarkan bagaimana cara memanen lada yang benar
agar tidak dapat merusak pohonnya, karena apbila salah dalam pemetikan buah
akan mengakibatkan kerusakan pada ruas ruas dahan yang dapat mengakibatkan
produksi panen pada tahun akan datang menurun.

5.
proses pengolahan hasil petikan
a. lada
putih
pengunjung akan di ajarkan proses
pengolahan lada hasil petikan menjadi lada putih siap jual, dari proses
perendaman lalu lanjut ke proses pencucian dan sampai ke proses penjemuran.

b. lada
hitam
hasil petikan buah yang masih mentah,
tapi dalam kondisi buah yang sudah tua diolah menjadi lada hitam, karena
apabila di olah menjadi lada putih, hasilnya kurang begitu bagus.

fasilitas
pendukung
1. Museum
Saya akan membuat museum lada yang mana
di dalamnya akan saya isi hasil buah dari berbagai varietas lada yang di tanam
oleh para petani, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung mengenai berbagai variatas
lada yang di budidayakan oleh para petani.

2. Pintu
gerbang
saya akan membuat pintu gerbang yang
unik dan bagus untuk tempat para pengunjung berfoto, seperti gambar di bawah
ini.

3. Tugu
tugu saya bangun untuk membuat ciri khas
dan menambah kesan artistik terhadap
tempat wisata kami. yang mana nantinya dapat digunakan oleh pengunjung sebagai
spot foto.
4. Rumah
makan
Tak lupa saya akan membuat rumah makan
untuk memanjakan para pengunjung kebun
kami, yang mana konsepnya akan kami sesuaikan dengan suasana kebun. dan kami
akan menawarkan sayuran hasil kebun kami yang kami tanam di sekitar kebun lada,
sehingga pengumjung dapat memetik sayuran sendiri yang hendak di hidangkan
kepeda mereka.
5. Tempat
untuk istirahat (saung)
disini saya akan menggunakan konsep tradisional yang sesuai dangan setusi
di kebun, saya akan menggunakan bahan dari bambu yang mana dapat memberikan
kesan di ladang, sehingga dapat memberikan cirri khas tersendiri bagi tempat
kami.







MANTAB ini, saya dukung...
ReplyDeleteayo ditunggu realisasinya..
jadikan kota sambas sebagai kota agrowisata yang asri