Saturday, 1 April 2017

Cara Mengembangkan Usaha Kecil Menjadi Besar



Hal yang sudah tentu akan anda pikirkan ketika anda telah berhasil membangun usaha adalah bagaimana anda mengembangkan usaha tersebut hingga menjadi besar, adalah wajar jika anda berpikiran demikian karena sudah menjadi kebiasaan bagi setiap pelaku usaha untuk terus berkreasi dan berinovasi guna memperluas sayap usaha yang dimilikinya. Mengembangkan usaha butuh usaha keras, ketekunan, kesabaran, konsistensi, dan hal lainnya yang serupa, baik itu usaha yang dimulai dari nol maupun usaha waralaba, semuanya membutuhkan usaha yang ekstra. Dalam hal ini, tidak ada yang namanya cara instan, yang ada adalah strategi jitu yang anda terapkan. Dalam mengembangkan usaha, banyak juga aspek yang perlu anda perhatikan, dan setiap aspek tersebut dapat anda maksimalkan.
Terkadang ada juga hal-hal kecil yang sering diabaikan, padahal hal-hal kecil tersebut jika anda perhatikan dan maksimalkan malah akan membantu dalam perkembangan usaha anda, jadi alangkah baiknya jangan pernah menganggap remeh sekecil apapun masalah yang terjadi.
Pada umumnya usaha yang dikatakan berkembang adalah usaha yang dapat memperoleh penghasilan yang tinggi, atau setidaknya selalu mengalami kenaikan penghasilan walaupun rendah. Gambaran umumnya, penghasilan berkaitan dengan penjualan, penjualan juga sangat erat kaitannya dengan pemasaran dan produk. Nah, untuk itu, ketika anda berpikiran bagaimana cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar? Maka kuncinya ada di empat hal diatas, yang pertama adalah penghasilan, kemudian penjualan, pemasaran, dan yang terakhir adalah produk. Empat kunci diatas masing-masing memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, sehingga anda harus benar-benar peka dengan faktor-faktor tersebut. Nah, mungkin beberapa point cara mengembangkan usaha dibawah ini dapat menginspirasi dan membuka pikiran anda untuk menemukan faktor-faktor yang dapat anda maksimalkan nantinya.

Kualitas Produk
Hal paling dasar yang sangat perlu anda perhatikan pertama kali adalah kualitas produk anda sendiri. Suatu produk dikatakan memiliki kualitas yang tinggi jika memenuhi syarat berikut, yang pertama adalah sesuai dengan apa yang dibutuhkan pelanggan. Yang dibutuhkan pelanggan artinya yang dibutuhkan pasar juga, jadi anda harus berinovasi untuk menciptakan produk yang sekiranya akan menarik pelanggan, dalam hal ini anda dituntun untuk berpikir layaknya pelanggan itu sendiri.
Yang kedua adalah produk yang mampu berkompetisi dengan produk milik pesaing, ketika anda sudah melakukan inovasi-inovasi pada produk, mungkin saja produk pesaing masih memiliki kualitas yang lebih baik, misalnya lebih tahan lama, lebih canggih, lebih up to date, dan sebagainya. Jadi pastikan bahwa produk anda tidak kalah dengan produk pesaing, dengan begitu usaha yang anda miliki akan lebih mudah untuk berkembang.
Masalah produk ini sangat perlu anda perhatikan, jujur saja bahwa apapun yang anda lakukan, strategi apapun yang anda terapkan, hanya akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan produk yang berkualitas, produk yang memiliki manfaat, produk yang memiliki nilai lebih. Jadi, bersemangatlah untuk menciptakan produk number one.
Harga Yang Tepat
Masalah harga juga telah menjadi isu yang hangat dikalangan para pebisnis, antara kualitas dan harga sangat erat kaitannya karena kualitas yang tinggi cenderung membutuhkan biaya yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan harga jual yang tepat, diantaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya produksi, dan tingkat keuntungan yang diinginkan.
Pelanggan, tidak bisa di pungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas anda, jadi pastikan bahwa harga jual yang anda tetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan. Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang di tawarkan oleh pesaing yang memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk anda dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Biaya produksi, faktor ini merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang di tetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Kemudian tingkat keuntungan, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan. Lalu, kenapa sih harga jual dapat meningkatkan perkembangan usaha? Jelas ya, ini sangat berkaitan dengan penjualan dan akan berdampak pada penghasilan nantinya. Coba pikirkan, siapa yang akan membeli produk anda jika harga tidak sesuai? Walaupun produk anda memiliki kualitas yang tinggi namun harga lebih mahal ketimbang pesaing dengan selisih terlampau jauh, maka produk yang anda tawarkan akan tidak laku. Ingatlah bahwa terdapat banyak alternative yang dapat di pilih oleh pelanggan.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran ini juga merupakan faktor penting dalam pengembangan usaha, strategi pemasaran yang baik tentu akan menjadi cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar yang efektif. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh banyak praktisi bisnis yang sebelumnya telah sukses. Terdapat banyak cara dan strategi pemasaran yang dapat anda lakukan, hanya saja anda harus benar-benar tepat dalam memilih strategi dan medianya, karena ini berkaitan dengan masalah waktu dan biaya, dalam artian efektivitas dan efisiensi sangat dibutuhkan disini.
Yang perlu diingat juga, ketika anda telah menemukan strategi dan cara pemasaran yang tepat, lakukanlah pemasaran secara konsisten, artinya lakukan pemasaran secara terus menerus. Hal ini dapat anda lakukan walaupun produk anda sudah dikenal, ini sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan pelanggan akan keberadaan produk anda, hal ini perlu anda lakukan karena setiap saat selalu saja muncul pesaing-pesaing baru yang mencoba mengambil alih pangsa pasar yang telah anda kuasai sebelumnya.
Efektivitas dan Efisiensi Biaya
Biaya yang efektif dan efisien akan menciptakan biaya yang lebih rendah dengan kualitas produk yang tinggi. Dengan biaya yang lebih rendah, maka anda dapat menciptakan produk dengan harga yang lebih rendah, dan hal ini tentunya akan menjadi senjata anda dalam berkompetisi dengan para pesaing. Lalu, bagaimana caranya untuk efektivitas dan efisiensi biaya? Ada banyak hal yang dapat anda lakukan, contohnya: melakukan perekrutan karyawan seminimal mungkin, artinya anda harus benar-benar menganalisis pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan oleh karyawan, dengan begitu anda akan tahu berapa banyak karyawan yang sebenarnya anda butuhkan.
Contoh lain, memilih pemasok bahan baku yang menawarkan harga lebih rendah dengan kualitas seperti yang diinginkan, untuk melakukan ini anda butuh koneksi usaha yang luas karena untuk menemukan pemasok yang bagus tidaklah mudah, tapi begitu anda menemukannya maka ini akan sangat berdampak positif sekali untuk kegiatan operasi usaha, jadi ketika anda telah menemukan pemasok bahan baku yang bagus maka jalinlah kerjasama bisnis yang harmonis.
Contoh lain lagi, hilangkan pernak-pernik produk yang tidak memiliki nilai tambah, ini jelas akan menekan biaya menjadi lebih rendah. Buat apa juga coba mempertahankan hal yang tidak memiliki nilai tambah, buang-buang biaya! Nah, untuk melakukan hal ini, anda harus benar-benar menganalisis nilai dari produk, kalau perlu ajukan permintaan kepada pelanggan untuk mengkritiki dan memberi masukan atas produk anda tersebut.

Alokasi Laba
Dalam upaya untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang anda miliki, bijaknya anda melakukan alokasi laba dengan tepat. Yang dimaksud dengan alokasi laba adalah tidak mengambil laba yang diperoleh dengan jumlah yang besar. Ingat, anda adalah pebisnis yang ingin mengembangkan usaha, jadi janganlah mengambil laba yang sebelumnya anda peroleh untuk memenuhi kebutuhan anda yang kurang penting, cukup ambil sebagian laba untuk kebutuhan pokok saja, seperti makan 3x sehari secukupnya (jangan yang mewah-mewah, nanti sama saja dong).
Kenapa anda harus melakukan alokasi laba? Ini karena akan bermanfaat untuk modal pengembangan usaha itu sendiri, misalnya menambah produksi, menggencarkan pemasaran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat realistis sekali, daripada untuk enjoy-enjoy lebih baik laba tersebut anda gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, ingat anda masih di awal, masih perlu pengoptimalan dan pengembangan. Memang ada alternative untuk mendapatkan modal, yaitu dengan pinjaman. Tapi, apa juga anda akan menghambur-hamburkan laba yang sebelumnya anda peroleh, ingin enjoy-enjoy, tidakkan? Jadi, sekali lagi gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk usaha anda, jika ada pinjaman maka akan lebih baik lagi untuk tambah-tambah modal.
Evaluasi Kelayakan Usaha
Dalam memulai usaha, saya pernah mengatakan bahwa perlunya suatu analisis kelayakan usaha untuk mengetahui apakah usaha yang akan dijalankan layak atau tidak. Hal ini juga berlaku ketika anda berusaha untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang dijalankan. Ini juga akan memberikan informasi kepada anda tentang potensi keberlanjutan usaha, sehingga anda dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi. Nah, cara bagaimana anda melakukan analisis kelayakan usaha ini sudah saya bahas sebelumnya. Oke, itulah sedikit penjelasan tentang cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar yang dapat saya berikan kepada anda semuanya. Semoga ulasan mengenai cara mengembangkan usaha dan bisnis diatas bermanfaat dan menambah wawasan serta pemahaman anda. Saya berharap, usaha yang anda miliki saat ini dapat berkembang dengan pesat seperti yang diinginkan.

Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil
Jika ingin sukses jangan pernah mengesampingkan masalah pengelolaan keuangan usaha yang sedang kita jalankan. Ingat, berhasil dan tidaknya usaha yang kita bangun sangat bergantung bagaimana pengelolaan keuangan yang kita lakukan, apalagi di awal-awal usaha didirikan. Jika ingin usaha sukses maka kita harus mampu mengelola keuangan usaha kecil tersebut dengan baik. Jika tidak dikelola dengan baik maka jangan berharap banyak usaha kita tersebut akan sukses.
Benarkah manajemen (pengelolaan) keuangan tersebut begitu penting? Coba kita lihat dari aspek usaha yang kita jalankan, semua berkaitan dengan uang, misalnya pembelian bahan baku, transportasi, promosi, gaji dan banyak hal sangat tergantung dengan bagaimana cara kita mengelola keuangan usaha kecil yang kita dirikan. Yang dikelola saja terkadang jebol dan mengakibatkan kedodoran dalam pengeluaran, jadi bayangkan saja kalau tidak kita kelola.

Untuk kita terapkan pada kegiatan usaha kita yang baru berjalan kita akan menerapkan dua hal untuk melakukan pengelolaan keuangan usaha. Pertama kita akan menerapkan cara mengelola keuangan yang berhasil untuk usaha tersebut. Kedua kita akan mengkaji dan menerapkan berbagai tips pengelolaan keuangan khusus untuk usaha kecil. Dua hal tersebut mudah-mudahan dapat menjadi bekal kita dalam memulai pengelolaan yang kita butuhkan.

 

 

Cara Sukses Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Dari sekian banyak langkah yang bisa lakukan untuk mengelola kondisi keuangan usaha ada beberapa poin yang bisa kita garis bawahi. Beberapa poin berikut secara umum merupakan inti dari manajemen keuangan yang dapat kita lakukan untuk bidang bisnis yang kita kelola. Beberapa cara untuk mengelola kondisi keuangan pada bisnis kita antara lain sebagai berikut:
1.      Buat keuangan terpisah
2.      Gunakan pihak lain
3.      Luangkan waktu
4.      Jangan abaikan semua pengeluaran
5.      Jangan abaikan pemasukan
Pertama dan yang paling utama, saat kita memulai sebuah usaha baru maka hendaknya kita mulai dengan memisah kondisi keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Disini berbagai pencatatan keuangan harus benar-benar dibedakan antara keuangan pribadi dan keuangan dari usaha yang sedang kita jalankan. Membuat sistem keuangan yang terpisah seperti ini dimaksudkan agar keuangan usaha dapat dengan mudah terpantau dan tercatat rapi sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Dari pengelolaan yang terpisah tersebut akan jelas seberapa besar aset usaha yang dimiliki, seberapa besar keuntungan dan lain sebagainya. Ini tentu penting untuk menggambarkan bagaimana perkembangan usaha yang didirikan.
Seiring berjalannya waktu, mengelola keuangan ini tentu akan menjadi pekerjaan yang cukup berat, maka dari itu kita bisa mulai memikirkan untuk menggunakan pihak lain. Kita bisa mempekerjakan orang lain untuk menangani tugas yang satu ini.
Masalah yang sering sekali terjadi dalam hal pengelolaan keuangan usaha kecil adalah kita tidak dapat meluangkan waktu untuk melakukan hal itu. Seringkali kita menganggap remeh masalah tersebut padahal jelas sekali bahwa hal ini penting untuk dilakukan. Jadi, jika ingin berhasil dalam melakukannya maka luangkan waktu anda.
Hal berikutnya adalah kita harus memastikan bahwa seluruh transaksi keuangan tercatatat dengan baik. Jangan pernah abaikan pengeluaran sekecil apapun dan jangan pernah meremehkan sekecil apapun pendapatan. Kita harus mencatat dan membukukan semua transaksi keuangan yang ada.

Tips Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Di atas kita telah membahas bagaimana cara kita agar sukses melakukan pengelolaan keuangan untuk usaha kecil yang kita dirikan. Sekarang, dalam menjalankan pengelolaan tersebut ada beberapa kiat yang bisa kita pertimbangkan. Beberapa kiat atau tips dalam mengelola keuangan antara lain sebagai berikut.
Gaji diri Anda sendiri
Ingat, meski kita adalah pemilik usaha namun kita juga sekaligus berperan sebagai pekerja dalam usaha tersebut. Maka dari itu, baiknya jika kita adalah pemilik sekaligus pekerja dalam usaha tersebut maka kita harus tetap memberikan alokasi upah atau gaji pada diri kita sendiri. Dengan sistem seperti ini maka kita hanya akan membelanjakan uang dari gaji tersebut dan bukan mengambil semua keuntungan usaha untuk kebutuhan yang kita miliki.
Besar gaji tersebut adalah 10% dari omset. Jika kita mempunyai karyawan maka total gaji kita + karyawan tetap 10% dari omset.
Sisihkan 1% bahan baku produk setiap harinya
Anda buka warung makanan, sisihkan sedikit beras, minyak goreng,minyak tanah dll. Kumpulkan hingga dalam jumlah tertentu. Lalu beli sendiri bahan tsb dengan harga pasar.
Bagi laba bersih menjadi 3 bagian
Untuk dapat menjalankan atau mengelola keuangan usaha yang kita dirikan dengan baik maka kita dapat membagi laba yang kita dapat menjadi tiga bagian yaitu:
a. 1/3 untuk menambah modal usaha
b. 1/3 simpan untuk menjaga jika ada pengeluaran (perusahaan) mendadak
c. 1/3 simpan untuk jangka waktu 1 tahun, ambil sebagian untuk mengembangkan usaha Anda.

Jangan pernah menggunakan uang usaha kecil Anda
Untuk kepentingan pribadi hanya gunakan gaji yang kita dapat dari usaha tersebut. Jika gaji kita dirasa kurang maka kita harus mencari tambahan diluar bukan mengambil uang dari usaha kita yang baru saja berjalan tersebut. 
Disiplin
Terpenting, agar usaha kita dalam mengelola keuangan tersebut bisa berjalan maka kita harus disiplin, tidak ada lagi tawar menawar. Ingat usaha kita selama ini akan gagal total jika kita tidak memegang teguh prinsip disiplin ini.

0 comments:

Post a Comment