Friday, 31 March 2017

Artikel Tentang Perdagangan Dan Investasi Dalam Bisnis Internasional



Perdagangan Dan Investasi Dalam Bisnis Internasional
Arah Perdagangan
Meskipun lebih separuh ekspor negara-negara berkembang sebenarnya  menuju ke negara-negara maju, proporsi ini telah merosot selama 30 ntahun terakhir, dari 72 persen pada tahun 1970 menjadi 57  persen tahun 2000. Juga, hampir tiga perempat ekspor dari perekonomian maju mengarah ke negara-negara industri, bukan ke negara-negara berkembang.
Arah Perdagangan yang Berubah
Tampaknya eksportir Amerika telah melakukan penetrasi besar di pasar-pasar negara berkembang yang sebaliknya menjual lebih banyak ke Amerika Serikat. Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan kemampuan mengekspor barang-barang manufaktur dan pertumbuhan perdagangan antar perusahaan antarafiliasi perusahaan internasional.
Memusatkan Perhatian Pada Mitra-Mitra Dagang Utama
Ada sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada negara yang telah menjadi pembeli utama barang-barang yang berasal dari calon negara eksportir :
1.      Iklim bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan.
2.      Peraturan-peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang sukar diatasi.
3.      Tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-barang dari negara itu.
4.      Fasilitas transportasi yang memuaskan telah ada.
5.      Pihak-pihak saluran impor (pedagang, bank, pialang pabean) telah berpengalaman dalam menangani pengiriman impor dari kawasan eksportir.
6.      Devisa untuk membayar ekspor tersedia.
7.      Pemerintah dari sebuah mitra dagang mungkin menekan importir untuk membeli dari negara-negara yang merupakan pelanggan utama atas ekspor  negara itu.
Investasi Portofolio
Pembelian saham dan obligasi untuk memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan. Pembelian saham-saham ini biasanya dilakukan di bursa-bursa saham dunia.DImana setiap individu atau perusahaan dapat langsung membeli saham-saham perusahaan internasional, atau perusahaan yang sudah menjual sahamnya di pasar saham.
Pembelian saham yang cukup dalam sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang signifikan.

Investasi Langsung
Perdagangan Membawa kepada Investasi Langsung di Luar Negeri
Secara historis, investasi langsung di luar negeri mengikuti perdagangan luar negeri. Salah satu alasannya, perdagangan luar negeri lebih sedikit biaya dan risikonya. Juga, manajemen dapat memperluas bisnisnya sedikit demi sedikit daripada melalui investasi  dan ukuran pasar yang jauh lebih besar dari yang diperlukan oleh suatu fasilitas produksi luar negeri.
Mengambil Alih Perusahaan yang Sudah Jalan atau Membangun yang Baru
Dari catatan pembiayaan investasi di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan asing, jauh lebih banyak yang telah dikeluarkan untuk mengambil alih perusahaan yang telah berjalan daripada membangun yang baru. Sejumlah alasan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah :
1.      Restrukturisasi perusahaan di AS menyebabkan manajemen menempatkan di pasar bisnis atau asset lain baik yang tidak memenuhi standar keuntungan manajemen maupun yang dianggap tidak berhubungan dengan bisnis utama perusahaan.
2.      Perusahaan-perusahaan luar negeri ingin memperoleh akses yang cepat di negara ini untuk teknologi maju, terutama dalam bidang komputer dan komunikasi.
3.      Manajemen perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar Amerika yang besar dan makmur akan lebih berhasil apabila mereka mencari nama-nama mereka yang terkenal daripada menghabiskan waktu dan uang untuk mempromosikan sesuatu yang baru dan belum dikenal.
4.      Tekanan persaingan internasional yang meningkat, termasuk pencapaian economies of scale yang lebih baik, telah membawa restrukturisasi dan konsolidasi di banyak industri, dan akuisisi berbagai perusahaan di pasar-pasar besar seperti Amerika Serikat merupakan produk sampingan dari tren industri ini.

Meningkatkan Laba Dan Penjualan
Memasuki Pasar-pasar Baru
Para manajer senantiasa berada di bawah tekanan untuk meningkatkan penjualan dan laba perusahaan, dan ketika mereka menghadapi pasar yang matang dan jenuh di negaranya sendiri, mereka mulai mencari pasar-pasar baru di luar negara mereka.

Pengaturan Perdagangan Preferensial
Persetujuan oleh sekelompok kecil negara-negara untuk membentuk perdagangan bebas diantara mereka sendiri sementara mempertahankan restriksi perdagangan dengan sejumlah negara lainnya.

Pasar-pasar yang Tumbuh Lebih Cepat
Tidak hanya pasar luar negeri yang baru sedang muncul, tetapi banyak diantaranya yang tumbuh dengan tingkat yang lebih cepat daripada pasar dalam negeri AS. Contoh yang istimewa adalah pertumbuhan Singapura, yang memiliki 4,5 kali rata-rata pertumbuhan tahunan Jepang, dengan PDB/kapita yang sama.

Komunikasi yang Lebih Baik
Faktor ini dapat dianggap suatu alasan pendukung bagi pembukaan pasar-pasar baru di luar negeri, karena jelas kemampuan berkomunikasi  secara cepat dan lebih murah dengan para pelanggan dan bawahan melalui surat elektronik dan konferensi video, seperti yang dibahas dalam Bab 1, tentunya memberikan kepada para manajer kepercayaan akan kemampuan mengontrol operasi-operasi di luar negeri.

Memperoleh Laba yang Lebih Besar
laba yang lebih besar dapat diperoleh dengan meningkatkan penerimaan total atau menurunkan harga pokok penjualan. Dan seringkali kondisinya adalah sedemikian rupa sehingga perusahaan dapat melakukan keduanya.

Harga Pokok Penjualan yang Lebih Rendah
Membuka pasar luar negeri, baik melalui ekspor atau dengan memproduksi di luar negeri, seringkali dapat menurunkan harga pokok penjualan. Penjualan total yang meningkat dengan mengekspor, tidak hanya akan mengurangi biaya penelitian dan pengembangan per unit, tetapi juga akan memungkinkan tercapatinya skala ekonomi.

Laba di Luar Negeri yang Lebih Tinggi sebagai Motif Investasi
Tidak ada  keraguan bahwa laba yang lebih besar pada investasi di luar negeri merupakan dorongan yang kuat untuk membuka pasar luar negeri pada awal 1870-an dan 1980-an. Business International melaporkan bahwa 90 persen dari 140 perusahaan dalam Fortune 500 yang disurvei telah mencapai keuntungan yang lebih besar atas asset luar negeri tahun 1974.

Mencoba Suatu Pasar
sebuah perusahaan internasional akan melakukan percobaan, pasar atas suatu produk di lokasi luar negeri yang bagi perusahaan kurang penting bila dibandinkan dengan pasar dalam negeri dan pasar-pasar luar negeri utamanya. Hal ini memberikan peluang untuk melakukan perubahan-perubahan.

Melindungi Pasar, Keuntungan Dan Penjualan
Melindungi Pasar Domestik
Seringkali sebuah perusahaan akan membuka pasar luar negeri untuk melindungi pasar dalam negerinya.

Mengikuti Pelanggan ke Luar Negeri
Perusahaan-perusahaan jasa (akuntansi, periklanan, riset pemasaran, perbankan, hukum)  akan mendirikan operasi-operasi luar negerinya di pasar-pasar dimana pelanggan-pelanggan utama mereka berada, untuk mencegah para pesaing memperoleh akses kepada para pelanggan itu.

Menyerang Pasar dalam Negeri Pesaing
Adakalanya sebuah perusahaan akan mendirikan operasi di negara asal pesaing utamanya dengan gagasan untuk membuat competitor sibuk untuk mempertahankan pasarnya itu, sehingga akan lebih sedikit energi untuk bersaing di negara asal perusahaan yang pertama.
Menggunakan Produksi Luar Negeri untuk Menekan Biaya
Sebuah perusahaan juga mungkin pergi ke luar negeri untuk melindungi pasar dalam negeri ketika ia menghadapi persaingan dari barang-barang impor luar negeri yang rendah harganya.

Melindungi Pasar-Pasar Luar Negeri
Mengubah cara untuk keluar negeri dari mengekspor menjadi memproduksi di luar negeri sering kali diperlukan untuk melindungi pasar-pasar luar negeri. Manajemen perusahaan yang memasok pasar luar negeri yang menguntungkan dengan mengekspor mungkin mulai mencatat beberapa tanda tidak menyenangkan bahwa pasar ini sedang terancam.

Mengekspor
Kebanyakan perusahaan memulai keterlibatannya dalam bisnis luar negeri dengan mengekspor, yaitu menjual beberapa produksi regular mereka di luar negeri.

Mengekspor tidak Langsung
Mengekspor tidak langsung lebih sederhana daripada mengekspor langsung karena mengekspor langsung memerlukan baik keahlian khusus maupun penanaman uang tunai yang besar. Para eksportir yang berbasis di negara asal mereka akan melakukan pekerjaan itu. Manajemen semata-mata mengikuti instruksi. Diantara para eksportir yang tersedia adalah (1) agen ekspor pabrikan, yang menjual untuk pabrikan, (2) agen komisi ekspor, yang membeli untuk pelanggan-pelanggan mereka di luar negeri, (3) pedagang ekspor, yang membeli dan menjual untuk rekening mereka sendiri, dan (4)  perusahaan internasional, yang menggunakan barang-barang itu di luar negeri (contohnya, perusahaan-perusahaan per tambangan, kontruksi dan minyak).

Mengekspor Langsung
Untuk terlibat dalam kegiatan mengekspor langsung, manajemen harus kepada seseoang di dalam perusahaan itu menugaskan pekerjaan menangani ekspor. Pengaturan yang paling sederhana adalah memberikan kepada seseorang biasanya manajer penjualan, tanggung jawab atas pengembangan bisnis ekspor. Para karyawan domestik dapat menangani  penagihan, kredit dan pengiriman pada mulanya, dan apabila usaha itu berkembang, suatu bagian ekspor terpisah bisa dibentuk. Sebuah perusahaan yang telah mengekspor ke importir-importir perdagangan besar di kawasan itu, dan melayani mereka dengan kunjungan-kunjungan baik oleh personel kantor pusat maupun perwakilan  penjualan yang berbasis di luar negeri, sering kali menemukan bahwa penjualan telah berkembang sampai ke titik yang akan mendukung organisasi pemasaran yang lengkap.

0 comments:

Post a Comment