Perdagangan
Dan Investasi Dalam Bisnis Internasional
Arah
Perdagangan
Meskipun
lebih separuh ekspor negara-negara berkembang sebenarnya menuju ke
negara-negara maju, proporsi ini telah merosot selama 30 ntahun terakhir, dari
72 persen pada tahun 1970 menjadi 57 persen tahun 2000. Juga, hampir tiga
perempat ekspor dari perekonomian maju mengarah ke negara-negara industri,
bukan ke negara-negara berkembang.
Arah
Perdagangan yang Berubah
Tampaknya
eksportir Amerika telah melakukan penetrasi besar di pasar-pasar negara
berkembang yang sebaliknya menjual lebih banyak ke Amerika Serikat. Hal ini
sebagian disebabkan oleh peningkatan kemampuan mengekspor barang-barang
manufaktur dan pertumbuhan perdagangan antar perusahaan antarafiliasi
perusahaan internasional.
Memusatkan
Perhatian Pada Mitra-Mitra Dagang Utama
Ada
sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada negara yang telah menjadi
pembeli utama barang-barang yang berasal dari calon negara eksportir :
1. Iklim bisnis di negara pengimpor
relatif menguntungkan.
2. Peraturan-peraturan ekspor dan impor
bukanlah sesuatu yang sukar diatasi.
3. Tidak akan ada penolakan budaya yang
kuat untuk membeli barang-barang dari negara itu.
4. Fasilitas transportasi yang
memuaskan telah ada.
5. Pihak-pihak saluran impor (pedagang,
bank, pialang pabean) telah berpengalaman dalam menangani pengiriman impor dari
kawasan eksportir.
6. Devisa untuk membayar ekspor
tersedia.
7. Pemerintah dari sebuah mitra dagang
mungkin menekan importir untuk membeli dari negara-negara yang merupakan pelanggan
utama atas ekspor negara itu.
Investasi
Portofolio
Pembelian
saham dan obligasi untuk memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan.
Pembelian saham-saham ini biasanya dilakukan di bursa-bursa saham dunia.DImana
setiap individu atau perusahaan dapat langsung membeli saham-saham perusahaan
internasional, atau perusahaan yang sudah menjual sahamnya di pasar saham.
Pembelian
saham yang cukup dalam sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen
yang signifikan.
Investasi
Langsung
Perdagangan
Membawa kepada Investasi Langsung di Luar Negeri
Secara
historis, investasi langsung di luar negeri mengikuti perdagangan luar negeri. Salah
satu alasannya, perdagangan luar negeri lebih sedikit biaya dan risikonya.
Juga, manajemen dapat memperluas bisnisnya sedikit demi sedikit daripada
melalui investasi dan ukuran pasar yang jauh lebih besar dari yang
diperlukan oleh suatu fasilitas produksi luar negeri.
Mengambil
Alih Perusahaan yang Sudah Jalan atau Membangun yang Baru
Dari
catatan pembiayaan investasi di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan
asing, jauh lebih banyak yang telah dikeluarkan untuk mengambil alih perusahaan
yang telah berjalan daripada membangun yang baru. Sejumlah alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan adalah :
1. Restrukturisasi perusahaan di AS
menyebabkan manajemen menempatkan di pasar bisnis atau asset lain baik yang
tidak memenuhi standar keuntungan manajemen maupun yang dianggap tidak
berhubungan dengan bisnis utama perusahaan.
2. Perusahaan-perusahaan luar negeri
ingin memperoleh akses yang cepat di negara ini untuk teknologi maju, terutama
dalam bidang komputer dan komunikasi.
3. Manajemen perusahaan asing merasa
bahwa memasuki pasar Amerika yang besar dan makmur akan lebih berhasil apabila
mereka mencari nama-nama mereka yang terkenal daripada menghabiskan waktu dan
uang untuk mempromosikan sesuatu yang baru dan belum dikenal.
4. Tekanan persaingan internasional
yang meningkat, termasuk pencapaian economies of scale yang lebih baik,
telah membawa restrukturisasi dan konsolidasi di banyak industri, dan akuisisi
berbagai perusahaan di pasar-pasar besar seperti Amerika Serikat merupakan
produk sampingan dari tren industri ini.
Meningkatkan
Laba Dan Penjualan
Memasuki
Pasar-pasar Baru
Para
manajer senantiasa berada di bawah tekanan untuk meningkatkan penjualan dan
laba perusahaan, dan ketika mereka menghadapi pasar yang matang dan jenuh di
negaranya sendiri, mereka mulai mencari pasar-pasar baru di luar negara mereka.
Pengaturan
Perdagangan Preferensial
Persetujuan
oleh sekelompok kecil negara-negara untuk membentuk perdagangan bebas diantara
mereka sendiri sementara mempertahankan restriksi perdagangan dengan sejumlah
negara lainnya.
Pasar-pasar
yang Tumbuh Lebih Cepat
Tidak
hanya pasar luar negeri yang baru sedang muncul, tetapi banyak diantaranya yang
tumbuh dengan tingkat yang lebih cepat daripada pasar dalam negeri AS. Contoh
yang istimewa adalah pertumbuhan Singapura, yang memiliki 4,5 kali rata-rata
pertumbuhan tahunan Jepang, dengan PDB/kapita yang sama.
Komunikasi
yang Lebih Baik
Faktor
ini dapat dianggap suatu alasan pendukung bagi pembukaan pasar-pasar baru di
luar negeri, karena jelas kemampuan berkomunikasi secara cepat dan lebih
murah dengan para pelanggan dan bawahan melalui surat elektronik dan konferensi
video, seperti yang dibahas dalam Bab 1, tentunya memberikan kepada para
manajer kepercayaan akan kemampuan mengontrol operasi-operasi di luar negeri.
Memperoleh
Laba yang Lebih Besar
laba
yang lebih besar dapat diperoleh dengan meningkatkan penerimaan total atau
menurunkan harga pokok penjualan. Dan seringkali kondisinya adalah sedemikian
rupa sehingga perusahaan dapat melakukan keduanya.
Harga
Pokok Penjualan yang Lebih Rendah
Membuka
pasar luar negeri, baik melalui ekspor atau dengan memproduksi di luar negeri,
seringkali dapat menurunkan harga pokok penjualan. Penjualan total yang
meningkat dengan mengekspor, tidak hanya akan mengurangi biaya penelitian dan
pengembangan per unit, tetapi juga akan memungkinkan tercapatinya skala ekonomi.
Laba
di Luar Negeri yang Lebih Tinggi sebagai Motif Investasi
Tidak
ada keraguan bahwa laba yang lebih besar pada investasi di luar negeri
merupakan dorongan yang kuat untuk membuka pasar luar negeri pada awal 1870-an
dan 1980-an. Business International melaporkan bahwa 90 persen dari 140
perusahaan dalam Fortune 500 yang disurvei telah mencapai keuntungan yang lebih
besar atas asset luar negeri tahun 1974.
Mencoba
Suatu Pasar
sebuah
perusahaan internasional akan melakukan percobaan, pasar atas suatu produk di
lokasi luar negeri yang bagi perusahaan kurang penting bila dibandinkan dengan
pasar dalam negeri dan pasar-pasar luar negeri utamanya. Hal ini memberikan
peluang untuk melakukan perubahan-perubahan.
Melindungi
Pasar, Keuntungan Dan Penjualan
Melindungi
Pasar Domestik
Seringkali
sebuah perusahaan akan membuka pasar luar negeri untuk melindungi pasar dalam
negerinya.
Mengikuti
Pelanggan ke Luar Negeri
Perusahaan-perusahaan
jasa (akuntansi, periklanan, riset pemasaran, perbankan, hukum) akan
mendirikan operasi-operasi luar negerinya di pasar-pasar dimana
pelanggan-pelanggan utama mereka berada, untuk mencegah para pesaing memperoleh
akses kepada para pelanggan itu.
Menyerang
Pasar dalam Negeri Pesaing
Adakalanya
sebuah perusahaan akan mendirikan operasi di negara asal pesaing utamanya
dengan gagasan untuk membuat competitor sibuk untuk mempertahankan pasarnya
itu, sehingga akan lebih sedikit energi untuk bersaing di negara asal
perusahaan yang pertama.
Menggunakan
Produksi Luar Negeri untuk Menekan Biaya
Sebuah
perusahaan juga mungkin pergi ke luar negeri untuk melindungi pasar dalam
negeri ketika ia menghadapi persaingan dari barang-barang impor luar negeri
yang rendah harganya.
Melindungi
Pasar-Pasar Luar Negeri
Mengubah
cara untuk keluar negeri dari mengekspor menjadi memproduksi di luar negeri
sering kali diperlukan untuk melindungi pasar-pasar luar negeri. Manajemen
perusahaan yang memasok pasar luar negeri yang menguntungkan dengan mengekspor
mungkin mulai mencatat beberapa tanda tidak menyenangkan bahwa pasar ini sedang
terancam.
Mengekspor
Kebanyakan
perusahaan memulai keterlibatannya dalam bisnis luar negeri dengan mengekspor,
yaitu menjual beberapa produksi regular mereka di luar negeri.
Mengekspor
tidak Langsung
Mengekspor
tidak langsung lebih sederhana daripada mengekspor langsung karena mengekspor
langsung memerlukan baik keahlian khusus maupun penanaman uang tunai yang
besar. Para eksportir yang berbasis di negara asal mereka akan melakukan
pekerjaan itu. Manajemen semata-mata mengikuti instruksi. Diantara para
eksportir yang tersedia adalah (1) agen ekspor pabrikan, yang menjual
untuk pabrikan, (2) agen komisi ekspor, yang membeli untuk
pelanggan-pelanggan mereka di luar negeri, (3) pedagang ekspor, yang
membeli dan menjual untuk rekening mereka sendiri, dan (4) perusahaan
internasional, yang menggunakan barang-barang itu di luar negeri
(contohnya, perusahaan-perusahaan per tambangan, kontruksi dan minyak).
Mengekspor
Langsung
Untuk
terlibat dalam kegiatan mengekspor langsung, manajemen harus kepada seseoang di
dalam perusahaan itu menugaskan pekerjaan menangani ekspor. Pengaturan yang
paling sederhana adalah memberikan kepada seseorang biasanya manajer penjualan,
tanggung jawab atas pengembangan bisnis ekspor. Para karyawan domestik dapat
menangani penagihan, kredit dan pengiriman pada mulanya, dan apabila
usaha itu berkembang, suatu bagian ekspor terpisah bisa dibentuk. Sebuah
perusahaan yang telah mengekspor ke importir-importir perdagangan besar di
kawasan itu, dan melayani mereka dengan kunjungan-kunjungan baik oleh personel
kantor pusat maupun perwakilan penjualan yang berbasis di luar negeri,
sering kali menemukan bahwa penjualan telah berkembang sampai ke titik yang
akan mendukung organisasi pemasaran yang lengkap.






0 comments:
Post a Comment