Friday, 31 March 2017

AGROWISATA KEBUN LADA



AGROWISATA (KEBUN LADA )
Kebun teh dan kebun kopi mungkin sudah biasa dijadikan destinasi agrowisata. Selain itu, Indonesia memiliki kebun dengan beragam sayuran maupun buah yang sangat berpotensi untuk dijadikan destinasi agrowisata. Hanya saja, tak semua pemilik kebun pintar mengelola potensi ini. Di sini saya ingin memperkenalkan salah satu kebanggaan lain yang Di miliki Pulau Kalimantan tepatnya kebupaten sambas, Yaitu Lada Putih dan Lada Hitam. Si pahit, pedas dan hangat dari kabupaten sambas.
Lada/sahang mempunyai nama latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak dan juga pati. Selain itu, Lada mempunyai sebutan The King Of Spice (Raja Rempah-rempah).
Ketika tengah terpuruknya harga komoditas perkebunan karet, harga lada putih sambas saat ini justru semakin menjanjikan. Selain terkenal dengan lada putihnya sambas juga mempunyai lada hitam yang tak kalah populernya dengan lada putih.
Lada putih dan lada hitam mempunyai waktu perbedaan di waktu memanen. Memetik buah lada saat masih hijau akan menghasilkan lada hitam, sedangkan memetik buah lada yang matang menghasilkan lada putih.
Lada hitam sebetulnya berasal dari pohon lada yang sama, cuma cara mengolahnya saja yang membedakan lada hitam dan lada putih. Lada hitam dihasilkan dari buah-buah lada yang masih Hijau yang dipetik sebelum matang lalu dikeringkan dengan bantuan cahaya matahari sampai warnanya hitam. Sedangkan lada putih dihasilkan dari buah yang sudah matang yang berwarna merah, lalu direndam didalam air sampai kulit arinya mengelupas, lalu dijemur dibawah terik matahari sampai kering, itulah lada putih.
Nah dari situlah muncul ide saya untuk mengembang daerah perkebunan lada di kabupaten sambas menjadi sebuah desa agrowisata yaitu wisata kebun lada.



Paket-paket wiasata yang ingin saya buat:
1.      Cara pengambilan/pembuatan bibit
pada proses ini pengunjung akan di ajarkan bagaimana cara pemngambilan bibit yang benar  agar tidak merusak batang tanaman yang sudah dewasa, karena apabila salah dalam proses pengambilan bibit, maka bibit yang kita ambil tidak dapat tumbuh dengan baik dan akan menghambat pertumbuhan pohoh induk.

  

2.      Proses penanaman bibit
pada proses ini pengunjung di suguhkan dengan hamparan lahan kosong yang siap untuk di tanami bibit lada baru dan pengunjung akan merasakan sensasi menanam bibit lada yang langsung di bina oleh para petugas kebun wisata.
Image result for proses penanaman bibit lada Image result for menanam lada

3.      Proses perawatan
pada prosses ini kami akan memberiakan edukasi kepada para pengunjung mengenai tata cara perawan dan pengendalian hama yang benar pada tanaman lada.
Image result for lahan siap tanam lada      Image result for lahan siap tanam lada
4.      Proses panen
pada tahap ini pengunjung akan di ajarkan bagaimana cara memanen lada yang benar agar tidak dapat merusak pohonnya, karena apbila salah dalam pemetikan buah akan mengakibatkan kerusakan pada ruas ruas dahan yang dapat mengakibatkan produksi panen pada tahun akan datang menurun.
Image result for wisata panen lada  Related image

5.      proses pengolahan hasil petikan
a.       lada putih
pengunjung akan di ajarkan proses pengolahan lada hasil petikan menjadi lada putih siap jual, dari proses perendaman lalu lanjut ke proses pencucian dan sampai ke proses penjemuran.
Image result for wisata panen lada Related image

b.      lada hitam
hasil petikan buah yang masih mentah, tapi dalam kondisi buah yang sudah tua diolah menjadi lada hitam, karena apabila di olah menjadi lada putih, hasilnya kurang begitu bagus.
Related image  Related image

fasilitas pendukung
1.      Museum
Saya akan membuat museum lada yang mana di dalamnya akan saya isi hasil buah dari berbagai varietas lada yang di tanam oleh para petani, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada  para pengunjung mengenai berbagai variatas lada yang di budidayakan oleh para petani.
Image result for wisata kebun lada
2.      Pintu gerbang
saya akan membuat pintu gerbang yang unik dan bagus untuk tempat para pengunjung berfoto, seperti gambar di bawah ini.
Image result for wisata kebun lada
3.      Tugu
tugu saya bangun untuk membuat ciri khas dan menambah kesan artistik  terhadap tempat wisata kami. yang mana nantinya dapat digunakan oleh pengunjung sebagai spot foto.
4.      Rumah makan
Tak lupa saya akan membuat rumah makan untuk  memanjakan para pengunjung kebun kami, yang mana konsepnya akan kami sesuaikan dengan suasana kebun. dan kami akan menawarkan sayuran hasil kebun kami yang kami tanam di sekitar kebun lada, sehingga pengumjung dapat memetik sayuran sendiri yang hendak di hidangkan kepeda mereka.
5.      Tempat untuk istirahat (saung)
disini saya akan menggunakan  konsep tradisional yang sesuai dangan setusi di kebun, saya akan menggunakan bahan dari bambu yang mana dapat memberikan kesan di ladang, sehingga dapat memberikan cirri khas tersendiri bagi tempat kami.
Image result for saungdari bambu  Related image

Artikel Tentang Perdagangan Dan Investasi Dalam Bisnis Internasional



Perdagangan Dan Investasi Dalam Bisnis Internasional
Arah Perdagangan
Meskipun lebih separuh ekspor negara-negara berkembang sebenarnya  menuju ke negara-negara maju, proporsi ini telah merosot selama 30 ntahun terakhir, dari 72 persen pada tahun 1970 menjadi 57  persen tahun 2000. Juga, hampir tiga perempat ekspor dari perekonomian maju mengarah ke negara-negara industri, bukan ke negara-negara berkembang.
Arah Perdagangan yang Berubah
Tampaknya eksportir Amerika telah melakukan penetrasi besar di pasar-pasar negara berkembang yang sebaliknya menjual lebih banyak ke Amerika Serikat. Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan kemampuan mengekspor barang-barang manufaktur dan pertumbuhan perdagangan antar perusahaan antarafiliasi perusahaan internasional.
Memusatkan Perhatian Pada Mitra-Mitra Dagang Utama
Ada sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada negara yang telah menjadi pembeli utama barang-barang yang berasal dari calon negara eksportir :
1.      Iklim bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan.
2.      Peraturan-peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang sukar diatasi.
3.      Tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-barang dari negara itu.
4.      Fasilitas transportasi yang memuaskan telah ada.
5.      Pihak-pihak saluran impor (pedagang, bank, pialang pabean) telah berpengalaman dalam menangani pengiriman impor dari kawasan eksportir.
6.      Devisa untuk membayar ekspor tersedia.
7.      Pemerintah dari sebuah mitra dagang mungkin menekan importir untuk membeli dari negara-negara yang merupakan pelanggan utama atas ekspor  negara itu.
Investasi Portofolio
Pembelian saham dan obligasi untuk memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan. Pembelian saham-saham ini biasanya dilakukan di bursa-bursa saham dunia.DImana setiap individu atau perusahaan dapat langsung membeli saham-saham perusahaan internasional, atau perusahaan yang sudah menjual sahamnya di pasar saham.
Pembelian saham yang cukup dalam sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang signifikan.

Investasi Langsung
Perdagangan Membawa kepada Investasi Langsung di Luar Negeri
Secara historis, investasi langsung di luar negeri mengikuti perdagangan luar negeri. Salah satu alasannya, perdagangan luar negeri lebih sedikit biaya dan risikonya. Juga, manajemen dapat memperluas bisnisnya sedikit demi sedikit daripada melalui investasi  dan ukuran pasar yang jauh lebih besar dari yang diperlukan oleh suatu fasilitas produksi luar negeri.
Mengambil Alih Perusahaan yang Sudah Jalan atau Membangun yang Baru
Dari catatan pembiayaan investasi di Amerika Serikat oleh perusahaan-perusahaan asing, jauh lebih banyak yang telah dikeluarkan untuk mengambil alih perusahaan yang telah berjalan daripada membangun yang baru. Sejumlah alasan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah :
1.      Restrukturisasi perusahaan di AS menyebabkan manajemen menempatkan di pasar bisnis atau asset lain baik yang tidak memenuhi standar keuntungan manajemen maupun yang dianggap tidak berhubungan dengan bisnis utama perusahaan.
2.      Perusahaan-perusahaan luar negeri ingin memperoleh akses yang cepat di negara ini untuk teknologi maju, terutama dalam bidang komputer dan komunikasi.
3.      Manajemen perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar Amerika yang besar dan makmur akan lebih berhasil apabila mereka mencari nama-nama mereka yang terkenal daripada menghabiskan waktu dan uang untuk mempromosikan sesuatu yang baru dan belum dikenal.
4.      Tekanan persaingan internasional yang meningkat, termasuk pencapaian economies of scale yang lebih baik, telah membawa restrukturisasi dan konsolidasi di banyak industri, dan akuisisi berbagai perusahaan di pasar-pasar besar seperti Amerika Serikat merupakan produk sampingan dari tren industri ini.

Meningkatkan Laba Dan Penjualan
Memasuki Pasar-pasar Baru
Para manajer senantiasa berada di bawah tekanan untuk meningkatkan penjualan dan laba perusahaan, dan ketika mereka menghadapi pasar yang matang dan jenuh di negaranya sendiri, mereka mulai mencari pasar-pasar baru di luar negara mereka.

Pengaturan Perdagangan Preferensial
Persetujuan oleh sekelompok kecil negara-negara untuk membentuk perdagangan bebas diantara mereka sendiri sementara mempertahankan restriksi perdagangan dengan sejumlah negara lainnya.

Pasar-pasar yang Tumbuh Lebih Cepat
Tidak hanya pasar luar negeri yang baru sedang muncul, tetapi banyak diantaranya yang tumbuh dengan tingkat yang lebih cepat daripada pasar dalam negeri AS. Contoh yang istimewa adalah pertumbuhan Singapura, yang memiliki 4,5 kali rata-rata pertumbuhan tahunan Jepang, dengan PDB/kapita yang sama.

Komunikasi yang Lebih Baik
Faktor ini dapat dianggap suatu alasan pendukung bagi pembukaan pasar-pasar baru di luar negeri, karena jelas kemampuan berkomunikasi  secara cepat dan lebih murah dengan para pelanggan dan bawahan melalui surat elektronik dan konferensi video, seperti yang dibahas dalam Bab 1, tentunya memberikan kepada para manajer kepercayaan akan kemampuan mengontrol operasi-operasi di luar negeri.

Memperoleh Laba yang Lebih Besar
laba yang lebih besar dapat diperoleh dengan meningkatkan penerimaan total atau menurunkan harga pokok penjualan. Dan seringkali kondisinya adalah sedemikian rupa sehingga perusahaan dapat melakukan keduanya.

Harga Pokok Penjualan yang Lebih Rendah
Membuka pasar luar negeri, baik melalui ekspor atau dengan memproduksi di luar negeri, seringkali dapat menurunkan harga pokok penjualan. Penjualan total yang meningkat dengan mengekspor, tidak hanya akan mengurangi biaya penelitian dan pengembangan per unit, tetapi juga akan memungkinkan tercapatinya skala ekonomi.

Laba di Luar Negeri yang Lebih Tinggi sebagai Motif Investasi
Tidak ada  keraguan bahwa laba yang lebih besar pada investasi di luar negeri merupakan dorongan yang kuat untuk membuka pasar luar negeri pada awal 1870-an dan 1980-an. Business International melaporkan bahwa 90 persen dari 140 perusahaan dalam Fortune 500 yang disurvei telah mencapai keuntungan yang lebih besar atas asset luar negeri tahun 1974.

Mencoba Suatu Pasar
sebuah perusahaan internasional akan melakukan percobaan, pasar atas suatu produk di lokasi luar negeri yang bagi perusahaan kurang penting bila dibandinkan dengan pasar dalam negeri dan pasar-pasar luar negeri utamanya. Hal ini memberikan peluang untuk melakukan perubahan-perubahan.

Melindungi Pasar, Keuntungan Dan Penjualan
Melindungi Pasar Domestik
Seringkali sebuah perusahaan akan membuka pasar luar negeri untuk melindungi pasar dalam negerinya.

Mengikuti Pelanggan ke Luar Negeri
Perusahaan-perusahaan jasa (akuntansi, periklanan, riset pemasaran, perbankan, hukum)  akan mendirikan operasi-operasi luar negerinya di pasar-pasar dimana pelanggan-pelanggan utama mereka berada, untuk mencegah para pesaing memperoleh akses kepada para pelanggan itu.

Menyerang Pasar dalam Negeri Pesaing
Adakalanya sebuah perusahaan akan mendirikan operasi di negara asal pesaing utamanya dengan gagasan untuk membuat competitor sibuk untuk mempertahankan pasarnya itu, sehingga akan lebih sedikit energi untuk bersaing di negara asal perusahaan yang pertama.
Menggunakan Produksi Luar Negeri untuk Menekan Biaya
Sebuah perusahaan juga mungkin pergi ke luar negeri untuk melindungi pasar dalam negeri ketika ia menghadapi persaingan dari barang-barang impor luar negeri yang rendah harganya.

Melindungi Pasar-Pasar Luar Negeri
Mengubah cara untuk keluar negeri dari mengekspor menjadi memproduksi di luar negeri sering kali diperlukan untuk melindungi pasar-pasar luar negeri. Manajemen perusahaan yang memasok pasar luar negeri yang menguntungkan dengan mengekspor mungkin mulai mencatat beberapa tanda tidak menyenangkan bahwa pasar ini sedang terancam.

Mengekspor
Kebanyakan perusahaan memulai keterlibatannya dalam bisnis luar negeri dengan mengekspor, yaitu menjual beberapa produksi regular mereka di luar negeri.

Mengekspor tidak Langsung
Mengekspor tidak langsung lebih sederhana daripada mengekspor langsung karena mengekspor langsung memerlukan baik keahlian khusus maupun penanaman uang tunai yang besar. Para eksportir yang berbasis di negara asal mereka akan melakukan pekerjaan itu. Manajemen semata-mata mengikuti instruksi. Diantara para eksportir yang tersedia adalah (1) agen ekspor pabrikan, yang menjual untuk pabrikan, (2) agen komisi ekspor, yang membeli untuk pelanggan-pelanggan mereka di luar negeri, (3) pedagang ekspor, yang membeli dan menjual untuk rekening mereka sendiri, dan (4)  perusahaan internasional, yang menggunakan barang-barang itu di luar negeri (contohnya, perusahaan-perusahaan per tambangan, kontruksi dan minyak).

Mengekspor Langsung
Untuk terlibat dalam kegiatan mengekspor langsung, manajemen harus kepada seseoang di dalam perusahaan itu menugaskan pekerjaan menangani ekspor. Pengaturan yang paling sederhana adalah memberikan kepada seseorang biasanya manajer penjualan, tanggung jawab atas pengembangan bisnis ekspor. Para karyawan domestik dapat menangani  penagihan, kredit dan pengiriman pada mulanya, dan apabila usaha itu berkembang, suatu bagian ekspor terpisah bisa dibentuk. Sebuah perusahaan yang telah mengekspor ke importir-importir perdagangan besar di kawasan itu, dan melayani mereka dengan kunjungan-kunjungan baik oleh personel kantor pusat maupun perwakilan  penjualan yang berbasis di luar negeri, sering kali menemukan bahwa penjualan telah berkembang sampai ke titik yang akan mendukung organisasi pemasaran yang lengkap.

Cara Mengembangkan Usaha Kecil Menjadi Besar



Cara Mengembangkan Usaha Kecil Menjadi Besar

Hal yang sudah tentu akan anda pikirkan ketika anda telah berhasil membangun usaha adalah bagaimana anda mengembangkan usaha tersebut hingga menjadi besar, adalah wajar jika anda berpikiran demikian karena sudah menjadi kebiasaan bagi setiap pelaku usaha untuk terus berkreasi dan berinovasi guna memperluas sayap usaha yang dimilikinya. Mengembangkan usaha butuh usaha keras, ketekunan, kesabaran, konsistensi, dan hal lainnya yang serupa, baik itu usaha yang dimulai dari nol maupun usaha waralaba, semuanya membutuhkan usaha yang ekstra. Dalam hal ini, tidak ada yang namanya cara instan, yang ada adalah strategi jitu yang anda terapkan. Dalam mengembangkan usaha, banyak juga aspek yang perlu anda perhatikan, dan setiap aspek tersebut dapat anda maksimalkan.
Terkadang ada juga hal-hal kecil yang sering diabaikan, padahal hal-hal kecil tersebut jika anda perhatikan dan maksimalkan malah akan membantu dalam perkembangan usaha anda, jadi alangkah baiknya jangan pernah menganggap remeh sekecil apapun masalah yang terjadi.
Pada umumnya usaha yang dikatakan berkembang adalah usaha yang dapat memperoleh penghasilan yang tinggi, atau setidaknya selalu mengalami kenaikan penghasilan walaupun rendah. Gambaran umumnya, penghasilan berkaitan dengan penjualan, penjualan juga sangat erat kaitannya dengan pemasaran dan produk. Nah, untuk itu, ketika anda berpikiran bagaimana cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar? Maka kuncinya ada di empat hal diatas, yang pertama adalah penghasilan, kemudian penjualan, pemasaran, dan yang terakhir adalah produk. Empat kunci diatas masing-masing memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, sehingga anda harus benar-benar peka dengan faktor-faktor tersebut. Nah, mungkin beberapa point cara mengembangkan usaha dibawah ini dapat menginspirasi dan membuka pikiran anda untuk menemukan faktor-faktor yang dapat anda maksimalkan nantinya.

Kualitas Produk
Hal paling dasar yang sangat perlu anda perhatikan pertama kali adalah kualitas produk anda sendiri. Suatu produk dikatakan memiliki kualitas yang tinggi jika memenuhi syarat berikut, yang pertama adalah sesuai dengan apa yang dibutuhkan pelanggan. Yang dibutuhkan pelanggan artinya yang dibutuhkan pasar juga, jadi anda harus berinovasi untuk menciptakan produk yang sekiranya akan menarik pelanggan, dalam hal ini anda dituntun untuk berpikir layaknya pelanggan itu sendiri.
Yang kedua adalah produk yang mampu berkompetisi dengan produk milik pesaing, ketika anda sudah melakukan inovasi-inovasi pada produk, mungkin saja produk pesaing masih memiliki kualitas yang lebih baik, misalnya lebih tahan lama, lebih canggih, lebih up to date, dan sebagainya. Jadi pastikan bahwa produk anda tidak kalah dengan produk pesaing, dengan begitu usaha yang anda miliki akan lebih mudah untuk berkembang.
Masalah produk ini sangat perlu anda perhatikan, jujur saja bahwa apapun yang anda lakukan, strategi apapun yang anda terapkan, hanya akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan produk yang berkualitas, produk yang memiliki manfaat, produk yang memiliki nilai lebih. Jadi, bersemangatlah untuk menciptakan produk number one.
Harga Yang Tepat
Masalah harga juga telah menjadi isu yang hangat dikalangan para pebisnis, antara kualitas dan harga sangat erat kaitannya karena kualitas yang tinggi cenderung membutuhkan biaya yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan harga jual yang tepat, diantaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya produksi, dan tingkat keuntungan yang diinginkan.
Pelanggan, tidak bisa di pungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas anda, jadi pastikan bahwa harga jual yang anda tetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan. Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang di tawarkan oleh pesaing yang memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk anda dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Biaya produksi, faktor ini merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang di tetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Kemudian tingkat keuntungan, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan. Lalu, kenapa sih harga jual dapat meningkatkan perkembangan usaha? Jelas ya, ini sangat berkaitan dengan penjualan dan akan berdampak pada penghasilan nantinya. Coba pikirkan, siapa yang akan membeli produk anda jika harga tidak sesuai? Walaupun produk anda memiliki kualitas yang tinggi namun harga lebih mahal ketimbang pesaing dengan selisih terlampau jauh, maka produk yang anda tawarkan akan tidak laku. Ingatlah bahwa terdapat banyak alternative yang dapat di pilih oleh pelanggan.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran ini juga merupakan faktor penting dalam pengembangan usaha, strategi pemasaran yang baik tentu akan menjadi cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar yang efektif. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh banyak praktisi bisnis yang sebelumnya telah sukses. Terdapat banyak cara dan strategi pemasaran yang dapat anda lakukan, hanya saja anda harus benar-benar tepat dalam memilih strategi dan medianya, karena ini berkaitan dengan masalah waktu dan biaya, dalam artian efektivitas dan efisiensi sangat dibutuhkan disini.
Yang perlu diingat juga, ketika anda telah menemukan strategi dan cara pemasaran yang tepat, lakukanlah pemasaran secara konsisten, artinya lakukan pemasaran secara terus menerus. Hal ini dapat anda lakukan walaupun produk anda sudah dikenal, ini sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan pelanggan akan keberadaan produk anda, hal ini perlu anda lakukan karena setiap saat selalu saja muncul pesaing-pesaing baru yang mencoba mengambil alih pangsa pasar yang telah anda kuasai sebelumnya.
Efektivitas dan Efisiensi Biaya
Biaya yang efektif dan efisien akan menciptakan biaya yang lebih rendah dengan kualitas produk yang tinggi. Dengan biaya yang lebih rendah, maka anda dapat menciptakan produk dengan harga yang lebih rendah, dan hal ini tentunya akan menjadi senjata anda dalam berkompetisi dengan para pesaing. Lalu, bagaimana caranya untuk efektivitas dan efisiensi biaya? Ada banyak hal yang dapat anda lakukan, contohnya: melakukan perekrutan karyawan seminimal mungkin, artinya anda harus benar-benar menganalisis pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan oleh karyawan, dengan begitu anda akan tahu berapa banyak karyawan yang sebenarnya anda butuhkan.
Contoh lain, memilih pemasok bahan baku yang menawarkan harga lebih rendah dengan kualitas seperti yang diinginkan, untuk melakukan ini anda butuh koneksi usaha yang luas karena untuk menemukan pemasok yang bagus tidaklah mudah, tapi begitu anda menemukannya maka ini akan sangat berdampak positif sekali untuk kegiatan operasi usaha, jadi ketika anda telah menemukan pemasok bahan baku yang bagus maka jalinlah kerjasama bisnis yang harmonis.
Contoh lain lagi, hilangkan pernak-pernik produk yang tidak memiliki nilai tambah, ini jelas akan menekan biaya menjadi lebih rendah. Buat apa juga coba mempertahankan hal yang tidak memiliki nilai tambah, buang-buang biaya! Nah, untuk melakukan hal ini, anda harus benar-benar menganalisis nilai dari produk, kalau perlu ajukan permintaan kepada pelanggan untuk mengkritiki dan memberi masukan atas produk anda tersebut.

Alokasi Laba
Dalam upaya untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang anda miliki, bijaknya anda melakukan alokasi laba dengan tepat. Yang dimaksud dengan alokasi laba adalah tidak mengambil laba yang diperoleh dengan jumlah yang besar. Ingat, anda adalah pebisnis yang ingin mengembangkan usaha, jadi janganlah mengambil laba yang sebelumnya anda peroleh untuk memenuhi kebutuhan anda yang kurang penting, cukup ambil sebagian laba untuk kebutuhan pokok saja, seperti makan 3x sehari secukupnya (jangan yang mewah-mewah, nanti sama saja dong).
Kenapa anda harus melakukan alokasi laba? Ini karena akan bermanfaat untuk modal pengembangan usaha itu sendiri, misalnya menambah produksi, menggencarkan pemasaran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat realistis sekali, daripada untuk enjoy-enjoy lebih baik laba tersebut anda gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, ingat anda masih di awal, masih perlu pengoptimalan dan pengembangan. Memang ada alternative untuk mendapatkan modal, yaitu dengan pinjaman. Tapi, apa juga anda akan menghambur-hamburkan laba yang sebelumnya anda peroleh, ingin enjoy-enjoy, tidakkan? Jadi, sekali lagi gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk usaha anda, jika ada pinjaman maka akan lebih baik lagi untuk tambah-tambah modal.
Evaluasi Kelayakan Usaha
Dalam memulai usaha, saya pernah mengatakan bahwa perlunya suatu analisis kelayakan usaha untuk mengetahui apakah usaha yang akan dijalankan layak atau tidak. Hal ini juga berlaku ketika anda berusaha untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang dijalankan. Ini juga akan memberikan informasi kepada anda tentang potensi keberlanjutan usaha, sehingga anda dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi. Nah, cara bagaimana anda melakukan analisis kelayakan usaha ini sudah saya bahas sebelumnya. Oke, itulah sedikit penjelasan tentang cara mengembangkan usaha kecil menjadi besar yang dapat saya berikan kepada anda semuanya. Semoga ulasan mengenai cara mengembangkan usaha dan bisnis diatas bermanfaat dan menambah wawasan serta pemahaman anda. Saya berharap, usaha yang anda miliki saat ini dapat berkembang dengan pesat seperti yang diinginkan.

Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil
Jika ingin sukses jangan pernah mengesampingkan masalah pengelolaan keuangan usaha yang sedang kita jalankan. Ingat, berhasil dan tidaknya usaha yang kita bangun sangat bergantung bagaimana pengelolaan keuangan yang kita lakukan, apalagi di awal-awal usaha didirikan. Jika ingin usaha sukses maka kita harus mampu mengelola keuangan usaha kecil tersebut dengan baik. Jika tidak dikelola dengan baik maka jangan berharap banyak usaha kita tersebut akan sukses.
Benarkah manajemen (pengelolaan) keuangan tersebut begitu penting? Coba kita lihat dari aspek usaha yang kita jalankan, semua berkaitan dengan uang, misalnya pembelian bahan baku, transportasi, promosi, gaji dan banyak hal sangat tergantung dengan bagaimana cara kita mengelola keuangan usaha kecil yang kita dirikan. Yang dikelola saja terkadang jebol dan mengakibatkan kedodoran dalam pengeluaran, jadi bayangkan saja kalau tidak kita kelola.

Untuk kita terapkan pada kegiatan usaha kita yang baru berjalan kita akan menerapkan dua hal untuk melakukan pengelolaan keuangan usaha. Pertama kita akan menerapkan cara mengelola keuangan yang berhasil untuk usaha tersebut. Kedua kita akan mengkaji dan menerapkan berbagai tips pengelolaan keuangan khusus untuk usaha kecil. Dua hal tersebut mudah-mudahan dapat menjadi bekal kita dalam memulai pengelolaan yang kita butuhkan.

 

 

Cara Sukses Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Dari sekian banyak langkah yang bisa lakukan untuk mengelola kondisi keuangan usaha ada beberapa poin yang bisa kita garis bawahi. Beberapa poin berikut secara umum merupakan inti dari manajemen keuangan yang dapat kita lakukan untuk bidang bisnis yang kita kelola. Beberapa cara untuk mengelola kondisi keuangan pada bisnis kita antara lain sebagai berikut:
1.      Buat keuangan terpisah
2.      Gunakan pihak lain
3.      Luangkan waktu
4.      Jangan abaikan semua pengeluaran
5.      Jangan abaikan pemasukan
Pertama dan yang paling utama, saat kita memulai sebuah usaha baru maka hendaknya kita mulai dengan memisah kondisi keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Disini berbagai pencatatan keuangan harus benar-benar dibedakan antara keuangan pribadi dan keuangan dari usaha yang sedang kita jalankan. Membuat sistem keuangan yang terpisah seperti ini dimaksudkan agar keuangan usaha dapat dengan mudah terpantau dan tercatat rapi sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Dari pengelolaan yang terpisah tersebut akan jelas seberapa besar aset usaha yang dimiliki, seberapa besar keuntungan dan lain sebagainya. Ini tentu penting untuk menggambarkan bagaimana perkembangan usaha yang didirikan.
Seiring berjalannya waktu, mengelola keuangan ini tentu akan menjadi pekerjaan yang cukup berat, maka dari itu kita bisa mulai memikirkan untuk menggunakan pihak lain. Kita bisa mempekerjakan orang lain untuk menangani tugas yang satu ini.
Masalah yang sering sekali terjadi dalam hal pengelolaan keuangan usaha kecil adalah kita tidak dapat meluangkan waktu untuk melakukan hal itu. Seringkali kita menganggap remeh masalah tersebut padahal jelas sekali bahwa hal ini penting untuk dilakukan. Jadi, jika ingin berhasil dalam melakukannya maka luangkan waktu anda.
Hal berikutnya adalah kita harus memastikan bahwa seluruh transaksi keuangan tercatatat dengan baik. Jangan pernah abaikan pengeluaran sekecil apapun dan jangan pernah meremehkan sekecil apapun pendapatan. Kita harus mencatat dan membukukan semua transaksi keuangan yang ada.

Tips Mengelola Keuangan Usaha Kecil

Di atas kita telah membahas bagaimana cara kita agar sukses melakukan pengelolaan keuangan untuk usaha kecil yang kita dirikan. Sekarang, dalam menjalankan pengelolaan tersebut ada beberapa kiat yang bisa kita pertimbangkan. Beberapa kiat atau tips dalam mengelola keuangan antara lain sebagai berikut.
Gaji diri Anda sendiri
Ingat, meski kita adalah pemilik usaha namun kita juga sekaligus berperan sebagai pekerja dalam usaha tersebut. Maka dari itu, baiknya jika kita adalah pemilik sekaligus pekerja dalam usaha tersebut maka kita harus tetap memberikan alokasi upah atau gaji pada diri kita sendiri. Dengan sistem seperti ini maka kita hanya akan membelanjakan uang dari gaji tersebut dan bukan mengambil semua keuntungan usaha untuk kebutuhan yang kita miliki.
Besar gaji tersebut adalah 10% dari omset. Jika kita mempunyai karyawan maka total gaji kita + karyawan tetap 10% dari omset.
Sisihkan 1% bahan baku produk setiap harinya
Anda buka warung makanan, sisihkan sedikit beras, minyak goreng,minyak tanah dll. Kumpulkan hingga dalam jumlah tertentu. Lalu beli sendiri bahan tsb dengan harga pasar.
Bagi laba bersih menjadi 3 bagian
Untuk dapat menjalankan atau mengelola keuangan usaha yang kita dirikan dengan baik maka kita dapat membagi laba yang kita dapat menjadi tiga bagian yaitu:
a. 1/3 untuk menambah modal usaha
b. 1/3 simpan untuk menjaga jika ada pengeluaran (perusahaan) mendadak
c. 1/3 simpan untuk jangka waktu 1 tahun, ambil sebagian untuk mengembangkan usaha Anda.

Jangan pernah menggunakan uang usaha kecil Anda
Untuk kepentingan pribadi hanya gunakan gaji yang kita dapat dari usaha tersebut. Jika gaji kita dirasa kurang maka kita harus mencari tambahan diluar bukan mengambil uang dari usaha kita yang baru saja berjalan tersebut. 
Disiplin
Terpenting, agar usaha kita dalam mengelola keuangan tersebut bisa berjalan maka kita harus disiplin, tidak ada lagi tawar menawar. Ingat usaha kita selama ini akan gagal total jika kita tidak memegang teguh prinsip disiplin ini.