Hal yang sudah tentu akan anda
pikirkan ketika anda telah berhasil membangun usaha adalah bagaimana anda
mengembangkan usaha tersebut hingga menjadi besar, adalah wajar jika anda
berpikiran demikian karena sudah menjadi kebiasaan bagi setiap pelaku usaha
untuk terus berkreasi dan berinovasi guna memperluas sayap usaha yang
dimilikinya. Mengembangkan usaha butuh usaha keras, ketekunan, kesabaran,
konsistensi, dan hal lainnya yang serupa, baik itu usaha yang dimulai dari nol
maupun usaha waralaba, semuanya membutuhkan usaha yang ekstra. Dalam hal ini,
tidak ada yang namanya cara instan, yang ada adalah strategi jitu yang anda
terapkan. Dalam mengembangkan usaha, banyak juga aspek yang perlu anda
perhatikan, dan setiap aspek tersebut dapat anda maksimalkan.
Terkadang
ada juga hal-hal kecil yang sering diabaikan, padahal hal-hal kecil tersebut
jika anda perhatikan dan maksimalkan malah akan membantu dalam perkembangan
usaha anda, jadi alangkah baiknya jangan pernah menganggap remeh sekecil apapun
masalah yang terjadi.
Pada
umumnya usaha yang dikatakan berkembang adalah usaha yang dapat memperoleh
penghasilan yang tinggi, atau setidaknya selalu mengalami kenaikan penghasilan
walaupun rendah. Gambaran umumnya, penghasilan berkaitan dengan penjualan,
penjualan juga sangat erat kaitannya dengan pemasaran dan produk. Nah, untuk
itu, ketika anda berpikiran bagaimana cara mengembangkan usaha kecil menjadi
besar? Maka kuncinya ada di empat hal diatas, yang pertama adalah penghasilan,
kemudian penjualan, pemasaran, dan yang terakhir adalah produk. Empat kunci
diatas masing-masing memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhinya,
sehingga anda harus benar-benar peka dengan faktor-faktor tersebut. Nah,
mungkin beberapa point cara mengembangkan usaha dibawah ini dapat menginspirasi
dan membuka pikiran anda untuk menemukan faktor-faktor yang dapat anda
maksimalkan nantinya.
Kualitas Produk
Hal
paling dasar yang sangat perlu anda perhatikan pertama kali adalah kualitas
produk anda sendiri. Suatu produk dikatakan memiliki kualitas yang tinggi jika
memenuhi syarat berikut, yang pertama adalah sesuai dengan apa yang dibutuhkan
pelanggan. Yang dibutuhkan pelanggan artinya yang dibutuhkan pasar juga, jadi
anda harus berinovasi untuk menciptakan produk yang sekiranya akan menarik
pelanggan, dalam hal ini anda dituntun untuk berpikir layaknya pelanggan itu
sendiri.
Yang
kedua adalah produk yang mampu berkompetisi dengan produk milik pesaing, ketika
anda sudah melakukan inovasi-inovasi pada produk, mungkin saja produk pesaing
masih memiliki kualitas yang lebih baik, misalnya lebih tahan lama, lebih
canggih, lebih up to date, dan sebagainya. Jadi pastikan bahwa produk anda
tidak kalah dengan produk pesaing, dengan begitu usaha yang anda miliki akan
lebih mudah untuk berkembang.
Masalah
produk ini sangat perlu anda perhatikan, jujur saja bahwa apapun yang anda
lakukan, strategi apapun yang anda terapkan, hanya akan sia-sia jika tidak
diimbangi dengan produk yang berkualitas, produk yang memiliki manfaat, produk
yang memiliki nilai lebih. Jadi, bersemangatlah untuk menciptakan produk number
one.
Harga Yang Tepat
Masalah
harga juga telah menjadi isu yang hangat dikalangan para pebisnis, antara
kualitas dan harga sangat erat kaitannya karena kualitas yang tinggi cenderung
membutuhkan biaya yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Setidaknya ada
beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan harga jual yang tepat,
diantaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya produksi, dan tingkat
keuntungan yang diinginkan.
Pelanggan,
tidak bisa di pungkiri bahwa pelanggan merupakan prioritas anda, jadi pastikan
bahwa harga jual yang anda tetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan.
Pesaing, perlu juga untuk melihat harga jual yang di tawarkan oleh pesaing yang
memiliki produk yang sama, pastikan bahwa harga jual produk anda dapat bersaing
dengan harga jual produk pesaing. Biaya produksi, faktor ini merupakan faktor
utama dalam menentukan harga jual produk, jangan sampai harga jual yang di
tetapkan tidak dapat menutup biaya-biaya yang telah terjadi. Kemudian tingkat
keuntungan, ini artinya apakah harga jual sudah pantas atau belum, di nilai
pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan. Lalu, kenapa
sih harga jual dapat meningkatkan perkembangan usaha? Jelas ya, ini sangat
berkaitan dengan penjualan dan akan berdampak pada penghasilan nantinya. Coba
pikirkan, siapa yang akan membeli produk anda jika harga tidak sesuai? Walaupun
produk anda memiliki kualitas yang tinggi namun harga lebih mahal ketimbang
pesaing dengan selisih terlampau jauh, maka produk yang anda tawarkan akan
tidak laku. Ingatlah bahwa terdapat banyak alternative yang dapat di pilih oleh
pelanggan.
Strategi Pemasaran
Strategi
pemasaran ini juga merupakan faktor penting dalam pengembangan usaha, strategi
pemasaran yang baik tentu akan menjadi cara mengembangkan usaha kecil menjadi
besar yang efektif. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh banyak praktisi bisnis
yang sebelumnya telah sukses. Terdapat banyak cara dan strategi pemasaran yang
dapat anda lakukan, hanya saja anda harus benar-benar tepat dalam memilih
strategi dan medianya, karena ini berkaitan dengan masalah waktu dan biaya,
dalam artian efektivitas dan efisiensi sangat dibutuhkan disini.
Yang
perlu diingat juga, ketika anda telah menemukan strategi dan cara pemasaran
yang tepat, lakukanlah pemasaran secara konsisten, artinya lakukan pemasaran
secara terus menerus. Hal ini dapat anda lakukan walaupun produk anda sudah
dikenal, ini sangat bermanfaat untuk terus mengingatkan pelanggan akan
keberadaan produk anda, hal ini perlu anda lakukan karena setiap saat selalu
saja muncul pesaing-pesaing baru yang mencoba mengambil alih pangsa pasar yang
telah anda kuasai sebelumnya.
Efektivitas dan
Efisiensi Biaya
Biaya
yang efektif dan efisien akan menciptakan biaya yang lebih rendah dengan
kualitas produk yang tinggi. Dengan biaya yang lebih rendah, maka anda dapat
menciptakan produk dengan harga yang lebih rendah, dan hal ini tentunya akan
menjadi senjata anda dalam berkompetisi dengan para pesaing. Lalu, bagaimana
caranya untuk efektivitas dan efisiensi biaya? Ada banyak hal yang dapat anda
lakukan, contohnya: melakukan perekrutan karyawan seminimal mungkin, artinya
anda harus benar-benar menganalisis pekerjaan seperti apa yang akan dilakukan
oleh karyawan, dengan begitu anda akan tahu berapa banyak karyawan yang
sebenarnya anda butuhkan.
Contoh
lain, memilih pemasok bahan baku yang menawarkan harga lebih rendah dengan
kualitas seperti yang diinginkan, untuk melakukan ini anda butuh koneksi usaha
yang luas karena untuk menemukan pemasok yang bagus tidaklah mudah, tapi begitu
anda menemukannya maka ini akan sangat berdampak positif sekali untuk kegiatan
operasi usaha, jadi ketika anda telah menemukan pemasok bahan baku yang bagus
maka jalinlah kerjasama bisnis yang harmonis.
Contoh
lain lagi, hilangkan pernak-pernik produk yang tidak memiliki nilai tambah, ini
jelas akan menekan biaya menjadi lebih rendah. Buat apa juga coba
mempertahankan hal yang tidak memiliki nilai tambah, buang-buang biaya! Nah,
untuk melakukan hal ini, anda harus benar-benar menganalisis nilai dari produk,
kalau perlu ajukan permintaan kepada pelanggan untuk mengkritiki dan memberi
masukan atas produk anda tersebut.
Alokasi Laba
Dalam
upaya untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang anda miliki, bijaknya anda
melakukan alokasi laba dengan tepat. Yang dimaksud dengan alokasi laba adalah
tidak mengambil laba yang diperoleh dengan jumlah yang besar. Ingat, anda
adalah pebisnis yang ingin mengembangkan usaha, jadi janganlah mengambil laba
yang sebelumnya anda peroleh untuk memenuhi kebutuhan anda yang kurang penting,
cukup ambil sebagian laba untuk kebutuhan pokok saja, seperti makan 3x sehari
secukupnya (jangan yang mewah-mewah, nanti sama saja dong).
Kenapa
anda harus melakukan alokasi laba? Ini karena akan bermanfaat untuk modal
pengembangan usaha itu sendiri, misalnya menambah produksi, menggencarkan
pemasaran, dan lain sebagainya. Hal ini sangat realistis sekali, daripada untuk
enjoy-enjoy lebih baik laba tersebut anda gunakan untuk hal yang lebih
bermanfaat, ingat anda masih di awal, masih perlu pengoptimalan dan
pengembangan. Memang ada alternative untuk mendapatkan modal, yaitu dengan
pinjaman. Tapi, apa juga anda akan menghambur-hamburkan laba yang sebelumnya
anda peroleh, ingin enjoy-enjoy, tidakkan? Jadi, sekali lagi gunakan untuk hal
yang lebih bermanfaat untuk usaha anda, jika ada pinjaman maka akan lebih baik
lagi untuk tambah-tambah modal.
Evaluasi Kelayakan
Usaha
Dalam
memulai usaha, saya pernah mengatakan bahwa perlunya suatu analisis kelayakan
usaha untuk mengetahui apakah usaha yang akan dijalankan layak atau tidak. Hal
ini juga berlaku ketika anda berusaha untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang
dijalankan. Ini juga akan memberikan informasi kepada anda tentang potensi
keberlanjutan usaha, sehingga anda dapat mengelolanya dengan lebih baik lagi.
Nah, cara bagaimana anda melakukan analisis kelayakan usaha ini sudah saya
bahas sebelumnya. Oke, itulah sedikit penjelasan tentang cara mengembangkan
usaha kecil menjadi besar yang dapat saya berikan kepada anda semuanya. Semoga ulasan
mengenai cara mengembangkan usaha dan bisnis diatas bermanfaat dan menambah
wawasan serta pemahaman anda. Saya berharap, usaha yang anda miliki saat ini
dapat berkembang dengan pesat seperti yang diinginkan.
Cara
Mengelola Keuangan Usaha Kecil
Jika
ingin sukses jangan pernah mengesampingkan masalah pengelolaan keuangan usaha
yang sedang kita jalankan. Ingat, berhasil dan tidaknya usaha yang kita bangun
sangat bergantung bagaimana pengelolaan keuangan yang kita lakukan, apalagi di
awal-awal usaha didirikan. Jika ingin usaha sukses maka kita harus mampu
mengelola keuangan usaha kecil tersebut dengan baik. Jika tidak dikelola dengan
baik maka jangan berharap banyak usaha kita tersebut akan sukses.
Benarkah
manajemen (pengelolaan) keuangan tersebut begitu penting? Coba kita lihat dari
aspek usaha yang kita jalankan, semua berkaitan dengan uang, misalnya pembelian
bahan baku, transportasi, promosi, gaji dan banyak hal sangat tergantung dengan
bagaimana cara kita mengelola keuangan usaha kecil yang kita dirikan.
Yang dikelola saja terkadang jebol dan mengakibatkan kedodoran dalam
pengeluaran, jadi bayangkan saja kalau tidak kita kelola.
Untuk kita terapkan pada kegiatan usaha kita yang baru berjalan kita akan menerapkan dua hal untuk melakukan pengelolaan keuangan usaha. Pertama kita akan menerapkan cara mengelola keuangan yang berhasil untuk usaha tersebut. Kedua kita akan mengkaji dan menerapkan berbagai tips pengelolaan keuangan khusus untuk usaha kecil. Dua hal tersebut mudah-mudahan dapat menjadi bekal kita dalam memulai pengelolaan yang kita butuhkan.
Untuk kita terapkan pada kegiatan usaha kita yang baru berjalan kita akan menerapkan dua hal untuk melakukan pengelolaan keuangan usaha. Pertama kita akan menerapkan cara mengelola keuangan yang berhasil untuk usaha tersebut. Kedua kita akan mengkaji dan menerapkan berbagai tips pengelolaan keuangan khusus untuk usaha kecil. Dua hal tersebut mudah-mudahan dapat menjadi bekal kita dalam memulai pengelolaan yang kita butuhkan.
Cara Sukses Mengelola Keuangan Usaha Kecil
Dari
sekian banyak langkah yang bisa lakukan untuk mengelola kondisi keuangan usaha
ada beberapa poin yang bisa kita garis bawahi. Beberapa poin berikut secara
umum merupakan inti dari manajemen keuangan yang dapat kita lakukan untuk
bidang bisnis yang kita kelola. Beberapa cara untuk mengelola kondisi keuangan
pada bisnis kita antara lain sebagai berikut:
1. Buat
keuangan terpisah
2. Gunakan
pihak lain
3. Luangkan
waktu
4. Jangan
abaikan semua pengeluaran
5. Jangan
abaikan pemasukan
Pertama dan yang paling utama, saat kita
memulai sebuah usaha baru maka hendaknya kita mulai dengan memisah kondisi
keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Disini berbagai pencatatan keuangan
harus benar-benar dibedakan antara keuangan pribadi dan keuangan dari usaha
yang sedang kita jalankan. Membuat sistem keuangan yang terpisah seperti ini
dimaksudkan agar keuangan usaha dapat dengan mudah terpantau dan tercatat rapi
sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Dari pengelolaan yang terpisah tersebut
akan jelas seberapa besar aset usaha yang dimiliki, seberapa besar keuntungan
dan lain sebagainya. Ini tentu penting untuk menggambarkan bagaimana perkembangan
usaha yang didirikan.
Seiring berjalannya waktu, mengelola
keuangan ini tentu akan menjadi pekerjaan yang cukup berat, maka dari itu kita
bisa mulai memikirkan untuk menggunakan pihak lain. Kita bisa mempekerjakan
orang lain untuk menangani tugas yang satu ini.
Masalah yang sering sekali terjadi dalam
hal pengelolaan keuangan usaha kecil
adalah kita tidak dapat meluangkan waktu untuk melakukan hal itu. Seringkali
kita menganggap remeh masalah tersebut padahal jelas sekali bahwa hal ini
penting untuk dilakukan. Jadi, jika ingin berhasil dalam melakukannya maka
luangkan waktu anda.
Hal berikutnya adalah kita harus
memastikan bahwa seluruh transaksi keuangan tercatatat dengan baik. Jangan
pernah abaikan pengeluaran sekecil apapun dan jangan pernah meremehkan sekecil
apapun pendapatan. Kita harus mencatat dan membukukan semua transaksi keuangan
yang ada.
Tips Mengelola Keuangan Usaha Kecil
Di atas kita telah membahas bagaimana
cara kita agar sukses melakukan pengelolaan keuangan untuk usaha kecil yang
kita dirikan. Sekarang, dalam menjalankan pengelolaan tersebut ada beberapa
kiat yang bisa kita pertimbangkan. Beberapa kiat atau tips dalam mengelola
keuangan antara lain sebagai berikut.
Gaji diri Anda sendiri
Ingat,
meski kita adalah pemilik usaha namun kita juga sekaligus berperan sebagai
pekerja dalam usaha tersebut. Maka dari itu, baiknya jika kita adalah pemilik
sekaligus pekerja dalam usaha tersebut maka kita harus tetap memberikan alokasi
upah atau gaji pada diri kita sendiri. Dengan sistem seperti ini maka kita hanya
akan membelanjakan uang dari gaji tersebut dan bukan mengambil semua keuntungan
usaha untuk kebutuhan yang kita miliki.
Besar
gaji tersebut adalah 10% dari omset. Jika kita mempunyai karyawan maka total
gaji kita + karyawan tetap 10% dari omset.
Sisihkan
1% bahan baku produk setiap harinya
Anda
buka warung makanan, sisihkan sedikit beras, minyak goreng,minyak tanah dll.
Kumpulkan hingga dalam jumlah tertentu. Lalu beli sendiri bahan tsb dengan
harga pasar.
Bagi
laba bersih menjadi 3 bagian
Untuk
dapat menjalankan atau mengelola keuangan usaha yang kita dirikan dengan baik
maka kita dapat membagi laba yang kita dapat menjadi tiga bagian yaitu:
a. 1/3 untuk menambah modal usaha
a. 1/3 untuk menambah modal usaha
b.
1/3 simpan untuk menjaga jika ada pengeluaran (perusahaan) mendadak
c.
1/3 simpan untuk jangka waktu 1 tahun, ambil sebagian untuk mengembangkan usaha
Anda.
Jangan
pernah menggunakan uang usaha kecil Anda
Untuk
kepentingan pribadi hanya gunakan gaji yang kita dapat dari usaha tersebut.
Jika gaji kita dirasa kurang maka kita harus mencari tambahan diluar bukan
mengambil uang dari usaha kita yang baru saja berjalan tersebut.
Disiplin
Terpenting,
agar usaha kita dalam mengelola keuangan tersebut bisa berjalan maka kita harus
disiplin, tidak ada lagi tawar menawar. Ingat usaha kita selama ini akan gagal
total jika kita tidak memegang teguh prinsip disiplin ini.






